Minggu, 25 Januari 2015

*kepo

orang yg mengenal saya dengan baik tentu saja tau..
seberapa gila kekepoan saya..
hemm.. sejauh ini saya menyesal menjadi miss kepo -,-
karna hal itu membebani saya..
merusak pola fikir saya..
mempengaruhi sikap saya..
membuat saya menjadi cewek ambisius..
dan bahkan membuat saya menjadi cewek yg munafik..
ah entahlah~
saya tidak ingin kepo lagi terhadap hal-hal yg sedemikian tidak pentingnya itu..
menahan diri, menjadi pembaca yg diam.. itu lebih baik..
goodbye,,

Jumat, 23 Mei 2014

Ular dan Gergaji [Pelajaran Marah dan Putus Asa]

Alkisah, seekor ular memasuki gudang tempat kerja tukang kayu di sore hari. Kebiasaan si tukang kayu, membiarkan sebagian peralatan kerjanya masih berserakan dan tidak merapikannya.
Nah ketika ular itu berjalan kesana kemari di dalam gudang, tanpa sengaja ia merayap di atas gergaji.
Tajamnya mata gergaji, menyebabkan perut ular terluka. Tapi ular beranggapan gergaji itu menyerangnya.
Ia pun membalas dengan mematuk gergaji itu berkali-kali.
Serangan itu menyebabkan luka parah di bagian mulutnya.
Marah & putus asa, ular berusaha mengerahkan kemampuan terakhirnya untuk mengalahkan musuhnya.
Ia pun membelit kuat gergaji itu. Maka tubuhnya terluka amat parah dan akhirnya ia pun mati..
Kadangkala, di saat kita marah, kita ingin melukai orang lain. Tapi sesungguhnya tanpa disadari, yang dilukai adalah diri kita sendiri.
Mengapa? Karena perkataan dan perbuatan di saat marah adalah perkataan dan perbuatan yang biasanya akan kita sesali di kemudian hari..
                                                      Jangan marah ~~

Senin, 19 Mei 2014

*percakapan sore

x : sebenarnya ada yang ingin kupertanyakan..
     ada yang ingin kupertanyakan pada hujan yang mengusik perjalanan pulangku hari ini..
     ada yang ingin kupertanyakan pada lelaki yang kutemui sebelum hujan,
     mengapa memberi pantulan redam diwajahmu?
     apakah kehadiranku tak lagi memberi arti?

     padahal, seandainya kau mengerti,
     ada hati yang selalu kau tenangkan setelah kau beri kesempatan untuk bertemu..

y : sebenarnya hujan tak pernah mengusik perjalanan pulangmu,
     dan bukan pula keinginan matahari tuk enggan memberikan sinarnya,
     tapi sorot mata sang adam yang sedikit menghunjam ketika lambaian lima jari,
     harus diberikan pada angin yang bergegas pergi..
     seakan alam tau isi dalam hatiku..
     meskipun begitu kehadiranmu sudah cukup membawa sebingkai cerita 

     yang menemani tidurku malam ini,
     malam-malam panjang dengan mimpi-mimpi yang menyesakkan,"
     helaan nafas tertahan dan kerinduan.. aku ingin segera menemukan pagi..


                                               terimakasih hujan..~~